Media Independen

Portal tentang Independensi Media

Hilang Telegram Tinggal Kawat

Oleh: Mardela Latah Leaks seperti yang disampaikan Goenawan Muhammad, pendiri Tempo dalam akun Twitter-nya memang terjadi. Tapi yang saya maksud bukan ikut-ikutan membangun situs serupa, melainkan latah kutipan kawat diplomatik.

Wikileaks berguna untuk jurnalis

Aliansi Jurnalis Indepeden (AJI) Indonesia menyatakan dukungan terhadap situs Wikileaks. AJI menilai, keberadaan Wikileaks sangat berguna bagi jurnalis dalam mencari informasi. Wikileaks telah menyajikan dokumen-dokumen yang berisi informasi publik namun selama ini dirahasiakan.

Indoleaks, Wikileaks ala Indonesia

JAKARTA-Perhatian dunia masih tersedot pada penangkapan pendiri situs Wikileaks, Julian Assange. Wikileaks membuat Amerika Serikat dan negara-negara lain khawatir dengan dokumen-dokumen yang diterbitkan. Belum hilang perhatian pada Wikileaks, di Indonesia muncul situs Indoleaks. Situs ini mencoba mengikuti langkah Wikileaks mempublikasikan dokumen-dokumen yang diklaim rahasia.

Wikileaks Beraksi Lagi

Untuk kesekian kalinya, wikileaks membuat berang pemerintah Amerika Serikat.Bagaimana tidak, 400.000 dokumen rahasia pentagon dibeberkan pada Jumat 22 Oktober 2010. Dokumen ini  berisi tentang kegiatan perang dan pendudukan tentara Amerika di Iraq dari tanggal 1 Januari 2004 sampai 31 Desember 2009.

Amerika meminta sekutunya ‘memburu’ WikiLeaks

Menjadi sebuah media yang independen dan kritis memang tak mudah, tekanan dari pemerintah pasti tak terelakkan, bahkan di dunia Barat yang mengeklaim diri sebagai negara demokratis. Salah satu situs terkemuka dengan dokumen-dokumen ‘bocor’-nya, WikiLeaks, menerima tekanan itu dari rezim Obama setelah memberitakan dokumen tertutup tentang perang di Afganistan. Seperti ditulis oleh situs online The Daily [...]


  • Tag

  • Meta

  • Archives

  • Switch to our mobile site